Rabu, 15 Desember 2010

Gadis Perawan = Barang Langka


Tak perlu kaget atau tercengang membaca judul tulisan ini. Di era westernisasi ini hal seperti itu sudah biasa. Mungkin malah hal yang bagus bila semua gadis itu kehilangan keperawanannya sebelum mereka disunting seorang lelaki. Saya yakin pasti para blogger sudah melihat berita yang beberapa hari lalu ramai di berbagai media. Eits… tapi saya tidak sedang membahas Video Luna-Ariel-Cut Tari. Melainkan hasil survey terakhir tentang tingkat keperawanan siswi SMP-SMA di Indonesia. Hasilnya lumayan membuat hati miris. Bukankah Indonesia di kenal sebagai Negara agamis? Tapi kenapa iman dari generasi ke generasi semakin tipis? Entahlah…

Dari beberapa siaran tv maupun headline di koran saya mendapat info bahwa gadis SMP-SMA yang tidak virgin mencapai prosentase 67% lebih. Waw berarti lebih dari separuh kita (ABG) sudah tidak lagi virgin. Sekali lagi saya sebagai remaja yang masih 16tahun merasa miris. Setahu saya keperawanan itu adalah harta termahal seorang wanita. Menjadi simbol kehormatan. Tapi kalau keperawanan itu telah kita serahkan pada lelaki yang tak semestinya apakah kita masih pantas di sebut wanita terhormat?

Tentu banyak alasan mengapa seorang gadis belia menyerahkan kehormatannya begitu saja Cuma-Cuma. Mulai dari “cinta” hingga pemerkosaan. Tapi saya masih menolerir bila alasannya karena pemerkosaan, namun bila alasannya karena cinta bagi saya itu hal paling bodoh. Kalau memang cinta masih ada 1000 cara lain yang lebih baik untuk membuktikannya, tanpa harus menyerahkan kehormatan.

Bila angka gadis perawan semakin hari semakin sedikit, bisa-bisa nanti gadis perawan akan dilindungi bak badak bercula satu. Karena pasti lama-lama akan menjadi barang langka atau barang antic.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar